Janganlah Diam, Teruslah Bicara

Daily Mirror di London memuat sebuah penemuan, bahwa ternyata pasangan suami istri tidak punya apa-apa lagi untuk dibicarakan setelah pernikahan selama delapan tahun. Profesor Hans Jurgens bertanya pada 5.000 suami dan istri di Jerman tentang berapa sering mereka mengobrol. Akhirnya didapat kesimpulan: Setelah dua pernikahan mereka berbicara dua sampai tiga menit saat makan pagi, 20 menit saat makan malam, dan beberapa menit lagi di tempat tidur. Menginjak tahun keenam pernikahan, mereka mengobrol hanya 10 menit per hari. Dan menjelang delapan tahun pernikahan, tidak ada lagi obrolan yang bisa diperbincangkan.

Saya tahu, mungkin orang Indonesia lebih banyak berbicara kepada pasangannya daripada orang Jerman ini. Tapi kondisi atau keadaan komunikasi yang terkadang bicara satu arah saja atau malah kehabisan topik pembicaraan setelah pernikahan bertahun-tahun, lumrah terjadi.

Berikut beberapa topik obrolan untuk memperdalam hubungan Anda dengan suami atau istri, agar tidak mengalami mandek dalam hal mengobrol:

IMPIAN. Tanyakan impian dari pasangan Anda, dengarkan, lalu ceritakan bagaimana Anda bisa membantunya mencapai impian tersebut.  Bisa juga Anda bertanya seperti ini, “Kalau kamu memperoleh uang satu miliar rupiah, uang tersebut akan kamu gunakan untuk apa?”

ACARA TELEVISI ATAU FILM. Percayalah, perbincangan ini akan menjadi topik sangat menarik, karena banyak hal yang bisa digali, seperti pembelajaran an yang bisa diambil dari acara televisi atau film tersebut, motivasi setiap karakternya, dll. Bahkan, obrolan yang sedikit mendalam akan berubah menjadi lebih menarik daripada sekadar komentar betapa kerennya aktor atau aktris yang membintangi film tersebut.

TENTANG TUHAN. Tanyakan apa yang menjadi beban atau pergumulannya untuk didoakan. Bicarakan kebaikan Tuhan yang Anda rasakan hari itu. Bicarakan juga apa peran serta yang Anda berdua dapat lakukan do dalam kegiatan sosial atau kemanusiaan.

Dan sesungguhnya, masih banyak lagi topik-topik lainnya yang bisa diangkat. Gunakanlah topik-topik pembicaraan tersebut untuk lebih mengerti pasangan Anda, menggali keinginannya, membuat ia merasa didengarkan, juga  mengarahkan Anda berdua kepada tujuan yang sama.

Eleanor Roosevelt pernah berkata, “Pikiran yang besar berbicara tentang ide. Pikiran yang kecil berbicara tentang orang.” Jadi, apa yang Anda dan pasangan bicarakan? Daripada menggosipkan tetangga atau rekan kerja, cobalah mulai bicara hal-hal yang berarti dari pikiran Anda yang besar.

20

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *