Ayo, Sambut Tahun Baru dengan Resolusi Baru

infographic for duta keluarga

Tahun baru menjadi momentum untuk berubah ke arah yang lebih baik dan ini biasanya waktu kita membuat resolusi tahun baru. Beberapa resolusi yang paling populer, di antaranya adalah berhenti merokok, menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, menurunkan berat badan, hidup lebih sehat, dst.

Beberapa berhasil dilakukan, tetapi sisanya berakhir menjadi resolusi di tahun berikut! Mungkin Anda berpikir, mengapa gagal ya? Coba deh pikirkan beberapa hal di bawah ini, mungkin saja salah satunya yang Anda alami…

APAKAH ANDA MEMPUNYAI PENGETAHUAN DAN SUMBER DAYA UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN YANG MENETAP? Sebagai contoh, bila Anda ingin hidup lebih sehat, apakah Anda punya pengetahuan tentang pola makan yang benar? Atau bila Anda ingin bebas dari hutang, mungkin Anda perlu bantuan seorang Financial Planner. Jadi untuk berhasil, diperlukan dulu pengetahuan dan sumber daya untuk berubah.

APAKAH ADA PENGHALANG UNTUK BERUBAH? Sebabnya, penghalang-penghalang ini harus dihilangkan, bila tidak usaha Anda akan sia-sia. Contohnya: Bila Anda ingin berhenti merokok, penghalang terbesar adalah berkumpul dengan teman-teman perokok. Jadi Anda harus bersedia mengubah gaya hidup atau apapun yang menghalangi.

APAKAH RESOLUSI SAYA CUKUP SPESIFIK? Resolusi “menikmati hidup” atau “lebih positif”, bisa jadi sulit untuk dilakukan karena resolusi tersebut terlalu luas/umum. Anda harus membuat resolusi yang “measurable” atau dapat dilakukan dan diukur. Contoh: Saya akan membaca satu buku motivasi positif tiap bulan.

APAKAH SAYA SUDAH MULAI DENGAN HAL KECIL? Resolusi yang terlalu ambisius biasanya tidak akan tercapai. Pada akhirnya, Anda akan merasa kalah sebelum tahun berakhir! Kembali ke contoh resolusi, Anda ingin hidup lebih sehat dengan mulai berolah raga, sebaiknya janganlah membuat resolusi “berolah raga dua kali seminggu di tempat gym.” Tetapi mulai dengan melakukan senam aerobik selama 10 menit¬† di depan TV dua kali seminggu. Setelah Anda berhasil mencapainya dan berubah menjadi kebiasaan, baru tingkatkan target Anda.

APAKAH RESOLUSI ANDA TIDAK TERLALU BANYAK? Bila Anda membuat 10 resolusi yang menyangkut perubahan-perubahan mendasar, kemungkinan besar Anda tidak dapat mencapai semuanya. Bisa jadi di tengah-tengah, Anda merasa gagal, lalu berhenti karena ada beberapa resolusi yang tidak sempat dilakukan. Anda cukup memilih satu atau dua resolusi saja dan lakukan dengan teratur. Menurut penelitian, dibutuhkan 21 hari berturut-turut untuk membuat suatu hal menjadi sebuah kebiasaan.

KEPADA SIAPA SAYA AKAN “ACCOUNTABLE”? Anda tidak bisa sendiri, Anda perlu seorang yang akan mengecek secara teratur apakah Anda telah melakukan perubahan itu. Tanpa rasa tanggung jawab, resolusi hanya sekedar ide baik semata!

Saya percaya, bila Anda bersungguh-sungguh merapkan hal ini, niscaya resolusi Anda bisa terlaksana dan tahun mendatang menjadi tahun penuh perubahan dengan kebiasaan baru yang positif. Selamat membuat resolusi!

20

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *