Kami Adalah Seorang Wanita Inspirasi

Wanita yang menginspirasi adalah wanita yang menyerahkan dirinya secara total untuk diubah menjadi positif, serta percaya diri untuk mengerjakan hal-hal mulia dan bermanfaat bagi kehidupan orang banyak, apapun atau bagaimanapun keadaan kita.

Setiap kita pasti memiliki seorang yang menjadi sumber inspirasi dalam hidup. Entah itu di dalam lingkungan keluarga, pertemanan, bahkan idola. Kitab suci mencatat nama-nama beberapa wanita yang menjadi inspirasi bagi banyak orang hingga kini. Sebut saja Esther, seorang wanita biasa keturunan Yahudi yang kemudian menjadi ratu Kerajaan Persia. Atau Hana,  Ibu Nabi Samuel yang harus berbagi suami dengan wanita lain. Ada pula Ruth, seorang perempuan Moab yang menikah dengan Mahlon, salah seorang putra Naomi dan Elimelekh. Dan saat suaminya meninggal dunia, Ruth memilih untuk berbakti pada ibu mertuanya dan kembali ke kampung halaman Naomi.

Kisah tiga wanita ini menjadi legenda nyata yang tak lekang oleh waktu. Karena buah yang dihasilkan dari kisah mereka memberi dampak bagi lingkungan dan orang lain yang mendengar atau belajar tentang kehidupan mereka. Esther akhirnya berhasil menyelamatkan sebuah bangsa, Hana melahirkan Samuel, yang kemudian menjadi nabi besar. Sementara kisah Ruth berakhir dengan happy ending saat ia bertemu dengan Boaz.

Masing-masing mereka adalah sosok perempuan yang memiliki latar belakang dan perjalanan hidup berbeda. Tetapi para wanita ini diperhadapkan kepada dua pilihan yang sama: (1) Bertahan lalu memberi dampak atau (2) Menyerah dan tinggal sejarah. Untunglah mereka memilih untuk bertahan sehingga menghasilkan dampak. Karena dampak memang hanya dapat ditimbulkan dengan bertahan, bertekun, dan terus berjalan.

Saya teringat, terkadang setiap kali kita berdiskusi dengan teman atau pasangan, banyak pro dan kontra yang bermunculan. Namun itulah keindahan dari berkomunikasi, setiap pribadi memiliki masa lalu dan kisahnya sendiri. Tetapi kami memutuskan bahwa jika ingin menjadi inspirasi, kita tidak bisa selalu melihat ke belakang. Karena melihat masa lalu hanya diperuntukkan bagi pembelajaran, bukan penyesalan atau membanding-bandingkan.

Sama dengan ketiga wanita diatas, kita semua bukanlah sosok wanita sempurna. Tetapi apapun dan bagaimanapun keadaan kita, jangan pernah menyerah. Teruslah berusaha, mengasah diri, dan mengembangkan nilai-nilai positif, serta kelebihan dan kekuatan yang kita miliki. Semakin banyak kita berbagi, bertambah pulalah jam terbang, kepercayaan diri, dan potensi kita.

20

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *