DI RUMAH SAJA

Mungkin hari ini, sebagian besar dari kita telah berada di rumah hampir tiga minggu lamanya (akibat wabah COVID-19 atau Corona yang masuk ke Indonesia). Kita bisa jadi agak terheran-heran, “Wow! Bisa juga toh aku didalam rumah selama itu?”

Berhubung pemerintah tidak menerapkan lockdown, kita masih boleh untuk keluar rumah melakukan hal-hal semacam berbelanja kebutuhan makanan, berolah raga outdoor seperti jogging atau jalan sehat (yang tentunya tak boleh dilakukan secara bergerombol), ke dokter atau aktifitas mendesak lainnya.

Namun diluar itu, kita diharapkan untuk secara bijaksana melakukan self- quarantine atau karantina mandiri. Ada yang betah, ada yang setengah mati harus melakukan penguasaan dan penyesuaian diri, karena selama ini terbiasa bersosialisasi dengan kawan-kawan diluar rumah. Tentu ini menjadi sebuah pengalaman baru yang unik dan perlu diobrolkan bersama keluarga.

Untuk parents yang punya anak remaja, masa-masa karantina tentu menjadi momen yang berat bagi mereka. Sesuka-sukanya mereka berdiam diri dan bermain gadget, waktu-waktu untuk hangout bersama kawan sebaya dan pergi ke mal pasti merupakan agenda rutin yang (paling tidak) dilakukan seminggu dua kali.

Saat-saat ini menjadi momen penting untuk setiap anggota keluarga. Apa yang akan kita lakukan, bagaimana kita memberi pengertian mengenai kondisi yang ada, dan bagaimana respon dari setiap anggota keluarga terhadap hal ini? Semua itu akan membuat perbedaan pada hari-hari karantina yang harus kita lalui.

Semoga kita tidak melihat momen ini sebagai sebuah fase penghukuman, kebosanan dan akhirnya saling menggerutu dan berujung pada konflik (yang muncul akibat rasa jenuh). Tapi mari kita memakai waktu-waktu yang berharga ini untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, kepada pasangan kita, kepada anak-anak kita dan keluarga serta sahabat-sahabat kita yang (walaupun) tak bisa bertatap muka, namun tetap bisa menjalin komunikasi yang (lebih) baik dan hangat.

Berbagi, saling mendoakan, saling menguatkan, mengirimkan kata-kata semangat, penghiburan, makanan, jajanan, apa saja yang dapat tetap menyambung tali silaturahmi semasa #DIRUMAHAJA ini akan menjadi sebuah kenangan indah suatu hari nanti. Semoga Anda sekeluarga juga dapat menemukan dan melakukan hal-hal tak terlupakan selama masa ini ya? Stay safe, stay happy and stay home. (KB/FOFI)

Posted in Pernikahan and tagged , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *