No Apologies

No Apologies logo

Tentang Kami

No Apologies Indonesia lahir dari sebuah kesadaran penuh bahwa menjadi REMAJA dan PEMUDA di zaman ini sungguh tidaklah mudah. Ada begitu banyak tantangan dan permasalahan yang harus mereka hadapi, baik dari dalam diri sendiri, maupun dari lingkungan sekitarnya.

Generasi ini membutuhkan bimbingan, arahan, pertolongan dan pendampingan yang nyata, agar siap dan mampu menghadapi masa remaja mereka yang tidak saja menarik namun penuh tantangan.

Sebagai salah satu program dari Focus on the Family Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2007, No Apologies Indonesia menjadi wadah khusus yang didedikasikan untuk menolong generasi muda indonesia melalui seminar, workshop dan pelatihan khusus, dimana pembahasan dalam workshop dan seminar ditunjukan bagi pembentukan karakter melalui topik-topik yang menarik dan amat dekat dengan keseharian remaja.

Mulai dari penerimaan diri, dunia media, pendidikan sex, hubungan dengan lawan jenis, bagaimana menghadapi tekanan sosial (peer presure) dan beberapa topik menarik lainnya.

Program ini dikemas dengan sangat apik melalui beragam permainan, diskusi kelompok, sesi tanya jawab dan diakhiri dengan pemberian kesempatan untuk berkomitmen hidup berpantang sex (abstinence) hingga mereka masuk dalam dunia pernikahan, sehingga remaja kita dapat menjalani masa mudanya dengan lebih produktif, merdeka dari tekanan, mampu menjadi dirinya sendiri serta hidup dengan menjaga kehormatanpribadinya dan orang lain. Bersama No Apologies Indonesia dan Focus on the Family Indonesi, kita ubah wajah penerus bangsa ini menjadi generasi yang kuat, bahagia, tahan uji dan hidup tanpa sesal.

Unit 1 (Siapa saya?)

Menjadi diri sendiri saat ini sepertinya merupakan sebuah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi dengan semakin banyaknya pilihan gaya hidup yang ditawarkan melalui berbagai macam platform online dan offline. remaja kita mengalami kebingungan menentukan jati dirinya. Sesungguhnya, mereka ingin diterima dan dicitai oleh lingkungan pergaulannya, sehingga seringkali mereka mengorbankan jati dirinya yang positif, demi sebuah penerimaan.

Topik ini akan membahas seputar keunikan diri, bagaimana kita sebagai manusia diciptakan dengan begitu istimewa, berharga dan utuh. Kita tidak perlu takut untuk menjadi diri sendiri dalam segala keunikan kita. Dengan demikian, kita dapat menjalin hubungan yang sehat dengan sesama, mampu memilih lingkungan pertemanan yang baik yang dapat mendukung kita untuk membuat keputusan-keputusan hidup yang positif dan tidak mengorbankan masa depan.

Unit 2 (Media & Saya)

Kemajuan teknologi di bidang media memang banyak menghadirkan
kemudahan dan penghematan waktu dalam kehidupan modern saat ini. Namun tak dapat dipungkiri, selalu ada sisi negatif yang harus kita hadapi dari sebuah
kemajuan teknologi. Media Sosial sudah tak lagi menjadi sekedar hiburan, namun merupakan pusat berbagai aktifitas penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sarana komunikasi, informasi, transportasi, alat bantu ekonomi, pergaulan, bisnis dan masih banyak lagi.

Kondisi ini membuat kita menghabiskan lebih banyak waktu didepan gadget. Dimana hal ini akhirnya memunculkan berbagai jenis kecanduan; seperti
kecanduan pornografi (yang dapat diakses dengan sekali klik), game online,
perkenalan random dengan orang asing yang dapat berakhir fatal, dan lain
sebagainya. Media, jika tidak disikapi dengan benar dapat menjadi ancaman besar bagi generasi muda. Oleh sebab itu, ada hal-hal yang perlu mereka pelajari dan batasi, agar media tidak menghancurkan masa depan mereka, topik ini akan membahas secara luas bagaimana menyikapi perkembangan media dan dunia digital.

Unit 3 (BATASAN & PILIHAN)

Hidup merupakan rangkaian pilihan yang kita ambil sejak awal. Untuk membuat pilihan yang tepat, kita harus menciptakan batasan-batasan dalam hidup. Sebagai makhluk yang sedang bertumbuh dan belajar, batasan dapat menjadi sebuah hal sensitif bagi para remaja, karena seringkali hal ini dianggap sebagai sebuah
hambatan dan kekangan. Remaja adalah sosok manusia dalam sebuah
persimpangan. Disatu sisi mereka ingin belajar hidup mandiri, bebas dan
dianggap dewasa, namun disisi lain mereka masih sangat membutukan arahan, batasan dan aturan hidup agar tidak tersesat.

Topik ini akan membimbing para remaja dalam menemukan arti
kebebasan yang bertanggung jawab, melalui batasan-batasan yang harus mereka ciptakan, agar kebebasan mereka tak berujung pada kesesatan dan salah arah. Diskusi seputar seks bebas, penggunaan obat terlarang, bahaya rokok dan perilaku
menyimpang yang beresiko tinggi akan menjadi pembahasan penting yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.

Unit 4 (HUBUNGAN YANG SEHAT)

Hubungan (relationship) dalam dunia remaja menjadi sebuah hal yang sangat penting. Entah itu hubungan pertemanan, persahabatan dan tentu saja pacaran. Rasanya kurang seru kalau masa remaja dilalui tanpa memiliki hubungan istimewa dengan lawan jenis, begitu mereka beranggapan.

Lebih dari sekedar keinginan untuk berpacaran, seorang remaja perlu diajarkan pentingnya mengolah rasa, agar mereka dapat dengan cermat membaca
perbedaan antara rasa cinta atau sekedar kasmaran belaka. Karena
ketidakpahaman ini dapat menjadi rangkaian bencana, jika tidak dikawal sejak awal.

Topik ini akan membahas secara jelas dan detail mengenai persahabatan, pacaran, pacaran di tingkat yang lebih serius hingga jenjang pernikahan. Apa saja yang perlu mereka pelajari dan pahami, agar tidak terjerumus dalam hubungan yang salah dan menimbulkan penyesalan panjang? Semuanya akan dibahas disini.

Sesi akhir workshop ini akan ditutup dengan tantangan kepada para remaja yang hadir untuk mengambil KOMITMEN BERPANTANG SEKS (abstinence) sebelum mereka menikah. Sebuah keputusan penting yang akan menjadi lembaran baru dalam menuju masa depan yang berpengharapan dan hidup tanpa sesal!

Our Impact